ESD (Education for Sustatinable Development) yang menggaungkan pembelajaran berkelanjutan akan dibutuhkan dalam pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus. Siswa berkebutuhan khusus dalam setting sekolah Inklusi mempunyai beberapa tujuan (goals) yang salah satunya adalah mengembangkan kemandidian dan kerja sama antar sesama teman. Mengembangkan kemandirian bagi siswa berkebutuhan khusus bertujuan agar mereka dapat membangun kesadaran diri akan kebutuhannya, mengetahui apa yang dibutuhkan hingga mengetahui bagaimana mereka menyelesaikan tugas-tugas dalam kehidupannya dengan tidak selalu bergantung pada orang lain.
Mayoritas siswa berkebutuhan khusus memiliki karakteristik khusus yang variatif salah satunya menutup diri. Karakteristik tersebut perlu untuk diberikan langkah preventif yang melibatkan orang-orang terdekat sehingga perkembangan sosial siswa untuk berbaur dan membaur akan berkembang secara dinamis dan holistik.
Pengembangan kemandidian dan tanggung jawab siswa berkebutuhan khusus dalam setting sekolah inklusi salah satunya dapat melalui pendekatan kegiatan-kegiatan rekreatif salah satunya perkemahan.
Perkemahan identik dengan latihan kemandirian siswa, tanggung jawab akan kebutuhannya, kolaborasi dengan sesama teman sebaya, kesadaran akan lingkungan di sekitarnya. Tidak hanya siswa reguler pada umumnya yang mampu mengikuti perkemahan dan melatih life-skill nya, siswa berkebutuhsn khusus pun perlu dilatih untuk membangun kesadaran akan diri, membangun kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama.
Sehingga dengan kegiatan rekreatif melalui perkemahan, siswa berkebutuhan khusus mampu mengembangkan kemampuan sosial emosional, kemandidian dan tanggung jawab siswa berkebutuhan khusus.
Keterlibatan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Sekolah Inklusi dalam Peningkatan Kemandirian dan Kedisiplinan Diri Melalui Kegiatan Perkemahan
SA
SEKAR AUWALIA RISWANA
14 Nov 2025
Foto Kegiatan